Notification

×

Iklan

Iklan

Simposium Indarung I, Meretas Masa Depan Pabrik Tertua di Asia Tenggara

Jumat, 19 Juni 2026 | 6/19/2026 WIB Last Updated 2026-06-19T14:19:13Z


Kunjungan Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, pada 12 Maret lalu ke Pabrik Indarung I. (Foto: dok. IHS)

padanginfo.com-PADANG-Pabrik Indarung I memang hanya beroperasi 89 tahun, sejak didirikan 1910. Sekarang, lokasi berukuran 4,9 ha ini menjadi artefak penting dalam sejarah industri semen di
Asia Tenggara. Perlahan, pabrik ini menjadi berkarat, berlumut, dan menghadapi ancaman
penyusutan nilai fisik akibat pencurian serta vandalisme. Meskipun signifikansi historisnya telah diakui secara internasional melalui penetapan sebagai Cagar Budaya dan situs Memory of the World (MoW) tingkat Asia Pasifik oleh UNESCO, Pabrik Indarung I belum sepenuhnya terintegrasi sebagai pusat aktivitas budaya yang dinamis. 

Sejak 2018, Indarung Heritage Society (IHS-Masyarakat Budaya Indarung) berusaha mengaktivasi pabrik itu lewat kegiatan kebudayaan, semisal workshop, diskusi dan festival.

“Sekarang, kami berada di Fase II dari Pembangunan pabrik ini,” ujar M Aidil Usman, ketua IHS, “intinya, pabrik ini sudah semestinya punya konsep berkelanjutan dan program yang dapat diakses seluruh masyarakat,” tambah ketua komite Senirupa Dewan Kesenian Jakarta, Jumat (19/06) di Wisma 5 PT Semen Padang.
 
Ia melihat terdapat kebutuhan mendesak untuk mendorong kesadaran pelestarian dan
menghadirkan interpretasi baru atas warisan industri ini menuju pemaknaan yang lebih
hidup dan relevan bagi masyarakat kontemporer. Terlebih, sebagai cagar budaya dan
dari apa yang ada, Pabrik Indarung I sangat mungkin dibayangkan sebagai ruang
budaya yang penting di Indonesia kelak. 

Oleh karena itu, IHS menyelenggarakan simposium ini guna merumuskan cetak biru penyelamatan, pelestarian, dan pendayagunaan kawasan ini untuk masa depannya sebagai ruang publik kultural yang bermakna. Ia bersyukur, program ini terselenggara berkat program FPK (Fasilitasi Pemajuan Kebudayaan) dari Balai Pelestarian Kebudayaan Sumatera Barat.

“Masa Depan Cagar Budaya Pabrik Indarung I” menjadi tema yang diusung. Ada empat sesi perbincangan, dilaksanakan pararel dalam dua waktu. Pertama, membahas spesifik kondisi spasial Pabrik Indarung I hari ini dengan pembicara Dr. Jonny Wongso, S.T., M.T., IAI (Dosen Arsitektur Univ. Bung Hatta) dan Dr. Ir. Feri Arlius, M.Sc. (Direktur Sarana dan Prasarana Kementerian Kebudayaan RI). Kemudian, Dr. Agus Widiatmoko, S.S., M.M.
(Direktur Warisan Budaya Kementerian Kebudayaan RI) akan dipasangkan dengan Alfa Noranda S.S., M.A. (Dosen Arkeologi Univ. Andalas) untuk membahas dan menyikapi status kebendaan pabrik, upaya mitigasi kerusakan, dan kebijakan pelindungannya secara hukum dan arkeologis.

Lalu, Aidil akan didampingi Abdul Hakim (Dosen Filsafat Ilmu di UNU Jakarta) dan Dr. Hari Setyawan, S.S.,M.T. (Badan Pengelola Borobudur) akan mendalami praktik pengelolaan kawasan cagar budaya skala besar untuk merumuskan model manajemen, pendanaan, dan kemitraan di Indarung I seperti Candi Borobudur. Terakhir, S Metron Masdison (Pengurus IHS) dan Donny Eros, MA (dosen FIB Unand) akan melihat koloborasi dari pelaksanaan kegiatan di masa lalu. 

Menteri Kebudayaan juga akan hadir sebagai keynote speaker untuk melantangkan visi dan komitmen Kementerian Kebudayaan dalam merespons krisis fisik pada Cagar Budaya berstatus Memory of the World, terutama Pabrik Indarung I. Juga,  memberi arahan strategis mengenai transformasi Pabrik Indarung I menjadi ruang kebudayaan nasional yang relevan bagi masa depan serta mengimbau kepada seluruh stakeholders (BUMN, Pemda, aparat, masyarakat) untuk membentuk ekosistem pelestarian yang kolaboratif.

“Keseluruhan acara akan berlangsung besok, Minggu 21 Juli di Club House PT Semen Padang,” ujar Adi Osman, Manajer Program. 

Peserta kegiatan memang undangan. Mulai dari organisasi pemerintah dari lurah hingga gubernur, Kapolda, Panglima Kodam Imam Bonjol, organisasi pemuda dan nagari serta komunitas seni di Sumatera Barat. “Peserta akan dibagi pada masing-masing sesi,” tambah Adi. (*)
×
Berita Terbaru Update