Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Tanjung Raya Aktif Kembangkan Pala

Rabu, 28 Maret 2018 | Maret 28, 2018 WIB Last Updated 2018-03-28T09:52:17Z
PadangInfo - AGAM -  Kecamatan Tanjung Raya, sejak lama menjadi produsen utama pala di Kabupaten Agam. namun, akhir-akhir ini tanaman itu banyak yang mati. Namun Pemerintah Kabupaten Agam, melalui Dinas Pertanian, tetap menjadikan kawasan tersebut sebagai kawasan pengembangan pala utama.

Tahun ini, Pemkab Agam mengembangkan tanaman pala sebanyak 24 ribu batang di atas 200 hektar lahan. Mayoritas dilakukan di Kecamatan Tanjung Raya, seperti disampaikan Kabid Perkebunan Dinas Pertanian Agam, Gusma Zendra, Selasa (27/3/2018) di ruangan kerjanya.

Menurutnya, pengembangan tersebut dilakukan 28 kelompok tani (Keltan) yang tersebar di daerah itu.

"Pala dikembangkan di Kecamatan Tanjung Raya, Palembayan, Palupuah, dan Kamang Magek. Dari jumlah yang akan dikembangkan, 50 persen di antaranya dikembangkan di Kecamatan Tanjung Raya, seiring dengan program Save Maninjau," ujarnya seperti dikutip sumbarsatu.com.

Di samping bantuan bibit pala, kelompok tani pelaksana program juga dibantu pupuk organik, cangkul, dan uang perangsang Rp50.500.000, atau satu hektar sebesar Rp252.500.

Gusma Zendra mengatakan, kelompok tani yang akan menerima bibit pala sudah berpengalaman, tetapi dalam berkebun tentu banyak tantangannya, salah satunya mengenai perawatan.

"Kita menginginkan, ini betul-betul menjadi kebun pala, tidak dicampur dengan komoditas lainnya, sehingga komoditas yang dikembangkan menjadi jelas," ujarnya.

Bibit tanaman akan dibagikan apabila kelompok tani sudah menyediakan lahan. Di samping itu, pihaknya sudah menyosialisasikan kepada kelompok tani bagaimana melakukan penanaman, dan perawatan yang baik, agar tanaman yang ditanam bisa tumbuh dengan sempurna.

"Pala berbuah empat tahun setelah ditanam, bila perawatan bagus. Kalau perawatannya kurang baik, bisa saja lebih lima tahun baru berbuah," ujarnya pula.

Gusma Zendra menyebutkan, saat ini kebun pala yang ada di daerah itu 664 hektar. Pihaknya terus mendorong masyarakat mengembangkan komoditas pala, karena dinilai mampu mendorong peningkatan perekonomian masyarakat.

Dikatakan, harga pala saat ini sudah mencapai Rp60 ribu/Kg. Berkemungkinan bisa meningkat, karena belum lama ini harganya sudah mencapai Rp80 ribu/Kg.

Di samping pengembangan pala, Dinas Pertanian juga melanjutkan kegiatan ke-2 Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2017, yaitu pengembangan kepala sawit 5 ribu batang, pala 3 ribu batang, kelapa 3 ribu batang, kakao 5 ribu batang, pinang 5 ribu batang, dan kopi arabika 5 ribu batang.

"Bantuan ini disalurkan kepada masyarakat yang tidak termasuk anggota kelompok tani, dan penyalurannya sudah berjalan 50 persen," ujarnya menjelaskan.(*)
×
Berita Terbaru Update