Notification

×

Iklan

Iklan

Kementerian PU bersama ADHI Karya Tangani 21 Sungai Pascabanjir di Sumatera Barat

Sabtu, 24 Januari 2026 | 1/24/2026 WIB Last Updated 2026-01-24T07:15:26Z


padaninfo.com-PADANG- Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera Barat pada akhir tahun lalu menyebabkan kerusakan signifikan pada infrastruktur sungai dan berdampak langsung pada keselamatan serta aktivitas masyarakat sekitar. Menangani kondisi tersebut, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) bersama PT Adhi Karya (Persero) Tbk (“ADHI”) bergerak cepat melakukan penanganan sungai sebagai upaya pemulihan infrastruktur pasca bencana.

Sebanyak 21 sungai terdampak banjir di Sumatera Barat saat ini tengah ditangani oleh KemenPu dan ADHI, dengan pekerjaan yang hingga kini masih terus berlangsung. Penanganan tersebut tersebar di 5 sungai di Kabupaten Solok, 6 sungai di Kabupaten Tanah Datar, dan 10 sungai di Kabupaten Agam, dengan total panjang sungai yang ditangani mencapai 35,8 kilometer.

Dalam pelaksanaan di lapangan, ADHI mengerahkan 19 unit alat berat excavator dan melibatkan sekitar 150 personel, termasuk tenaga teknis dan supervisor, yang bekerja secara terkoordinasi di 21 titik sungai terdampak. Pekerjaan dilakukan secara bertahap dan terukur dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan kerja serta perlindungan lingkungan sekitar. Penanganan sungai difokuskan pada normalisasi alur sungai, pembersihan material, serta perbaikan kerusakan akibat luapan banjir.

“Penanganan sungai ini tidak hanya bersifat darurat, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mitigasi agar fungsi sungai kembali optimal. Melalui kolaborasi bersama KemenPU, ADHI berupaya hadir di lapangan untuk mempercepat penanganan sungai pasca banjir sebagai langkah penting dalam memulihkan kondisi di wilayah terdampak,” ujar Direktur Utama ADHI, Moeharmein Zein Chaniago,.

Melalui kerja kolaboratif dan respons cepat di lapangan, diharapkan fungsi sungai dapat segera pulih dan memberikan rasa aman bagi masyarakat di wilayah terdampak. ADHI berkomitmen untuk terus mendukung program penanganan bencana dan pemulihan infrastruktur nasional sebagai bagian dari tanggung jawab perusahaan dalam membangun infrastruktur yang andal dan berkelanjutan.

 

 

 

 

 

 

KETERBUKAAN                    

INFORMASI

 

***

PT Adhi Karya (Persero) Tbk (kode emiten: ADHI) merupakan salah satu perusahaan konstruksi terkemuka di Indonesia yang telah tercatat di Bursa Efek Indonesia sejak Maret 2004. Saat ini 36% saham ADHI telah dimiliki oleh masyarakat.

 

Selain bisnis engineering & konstruksi, ADHI memiliki (3) tiga lini bisnis lain yaitu Property & Hospitality, Manufaktur, dan Investasi & Konsesi. Melalui semangat Beyond Construction, ADHI menegaskan tidak hanya memberikan jasa konstruksi tetapi juga menekankan keberlanjutan dan manfaat jangka panjang bagi sosial, lingkungan, dan bisnis. Sebagai bagian dari kontribusinya terhadap pembangunan nasional, ADHI aktif dalam berbagai Proyek Strategis Nasional seperti dalam Pembangunan Jalan Tol Serang Panimbang, Jalan Tol Solo-Yogyakarta-Kulonprogo, Jalan Tol Probolinggo-Banyuwangi, Jalan Tol Yogya-Bawen, MRT Jakarta CP201 dan CP202.

 

ADHI turut berperan dalam pembangunan infrastruktur IKN Nusantara, melalui pembangunan Istana Wakil Presiden, Training Center PSSI, Hunian Pekerja Konstruksi, Rumah Sakit IKN, Masjid, Land Development 1-B, Jalan Tol Kariangau-Karangjoang Seksi 3A, Jembatan Pulau Balang hingga Intake Sepaku. ADHI juga berhasil membuktikan diri sebagai champion of railway contractor melalui beberapa proyek perkeretaapian, seperti LRT Jabodebek, MRT Jakarta Fase 2A, hingga mendapatkan proyek regional di Manila, Filipina untuk proyek North-South Commuter Railways. ADHI kini tengah menjadi pelopor konstruksi berbasis lingkungan dengan menjadi kontraktor pelaksana Pengolahan Sampah Terbesar di Indonesia, RDF Bantargebang dan mengembangkan pengelolaan lingkungan, FPLT Kawasan Industri di Medan.

 


×
Berita Terbaru Update