padanginfo.com-JAKARTA--Masih meragu dan sering berada dipersimpangan jalan, bahkan netizen pun bertanya Kantor berita Antara itu bagian mananya dari sebuah pohon besar jurnalistik.
Pers idealkah Antara itu?, waduh pemikiran mendiskriditkan Antara di cabang pers yang mana seperti di atas, sungguh terlalu!!!
Antara merupakan Lembaga Kantor Berita Negara (LKBN), dia merupakan Perusahaan Umum yang garis komando perusahaannya ada di BP BUMN. Artinya apa? Insan Antara itu tapak pijaknya tidak abu-abu lagi yaitu pers pemerintah atau negara.
Terus masih bisa kah menyandamg pers profesional, pers tidak memihak, pers yang hasilnya news nya tidak opok-opok atau asal bapak senang.
Wuihh, tunggu dulu bro, jangan kepagian men-judge nih.
Karena insan Antara dalah pribadi yang berproses dan ditempa dalam memahami dan berkarya jurnalis yang berpedoman kepada kode etik jurnalis, UU Pers dan pedoman penulisan dari LKBN Antara sendiri.
Sehingganya dalam penyajian berita, produk LKBN Antara itu sering jadi referensi baik oleh media berita lain atau sumber akademik bagi mahasiswa yang sedang menyusun skripsi dan tesis.
Sangat pas tagline media ini, Antara Berita dari Sumbernya atau Antara sumber Inspirasi.
Insan Antara dalam perekrutannya tidak asalan, harus melewati serangkaian proses bahkan untuk menuju peningkatan status, para insan Antara harus lewat Susdapek berjenjang pula itu.
LKBN Antara adalah pelahir talenta jurnalis berbasiskan profesionality dan punya sikap jelas pada karyanya.
Jadi, Insan Antara tidak individu yang menjalan profesi abu-abu, dia, dari Dewan Pengawas, Dewan Direksi, BOD-1 san BOD-1 hingga crew berita, editing dan sunting, telah punya sikap ruang redaksi yaitu garda terdepan publisting program presiden Prabowo Subianto.
Program Presiden itu sudah hapal oleh semua rakyat Indonesia, seperti ketahanan pangan, ketahanan energi, pendidikan dan kesehatan serta ekonomi kerakyatan berdasarkan Pasal 33 UUD Negara Republik Indonesia 1945.
Ada banyak akses gorengan netizen berklasifikasi buzzer terhadap program unggulan presiden peraih suara terbanyak Pemilu 2024 lalu itu.
LKBN Antara tidak tinggal diam, dengan tetap merujuk kepada kode etik, UU 40 tahun 1999, dan kaidah jurnalistik kekinian, Insan Antara lewat produk jurnalistik yang mengedepankan keberimbangan, kuat data dan fakta, senantiasa meluruskan ke publik terkait gorengan buzerr yang dalam tanda kutip sudah awut-awutan menyerang kebijakan Presiden Prabawo Subianto.
Tidak itu saja, di cabang kekuasan negara lain, kalau tidak benar isunya maka insan Antara pasti terdepan dalam meluruskan atau mengklarifikasi lewat produk jurnalis hight level.
Masih meragukah 'Netizen 62' atas komitmen dan konsistensi LKBN Antara dalam berkarya produk jurnalis. Tentu lah tidak, karena mempelototin produk dihasilkan LKBN Antara tidak bisa dipelototin sepotong-potong. Baca, dengar dan saksikan sampai habis produk LKBN Antara itu, maka di situ alam bawah sadar pembaca dan pemirsa paham bahwa news keluaran LKBN Antara very qualifeid jurnalistik
Penulis sendiri menyadari bahwa selaku Kantor Berita Negara tentuk insan Antara kemampuanya harus di atas indeks rata rata junalis hebat nasional, atau kemampuan insan Antara harus selevel dengan jurnalis internasional, harus selalu berproses.
Apalagi menurut riset penulis, bahwa insan antara adalah pembawa bendera atau the flag carrier, sebuah kerja luar biasa yang terimprovisasi atas hadirnya Antara tahun 1937, sampai kemerdekaan dan mempertahankan kemerdekaan yaitu pers pejuang.
Di Antara itu sejak lahir hingga DNA yang mengalis kini dan kedepan, adalah selalu menjadi jurnalis pejuang.
Mereka satu tekad, berita program presiden harga mati dalam berbagai ujud penyajiannya.
Sedangakan untuk lembaga negara, kementerian dan perusahaan BUMN, hingga pemerintah daerah, insan Antara bekerja berdasarkan fakta dan data, jika ada pemberitaan yang menyoroti kinerja pembantu presiden, maka itu adalah bagian dari kontroling dan kritikan prositif untuk kembali kerja ke khitoh yang digariskan oleh Presiden Prabowo Subianto.
Selamat bekerja dan berkarya insan Antara di seantaro republik bahkan dunia internasional. Ingat kerja kita adalah mulia, dan jurnalis itu penganut mashab kebenaran relatif. Fakta dan data disajikan tetap saja judge akhir adalah pembaca.
Salam Fitri, penulis ucapkan di penghujung Ramadhan 1447 H. Bangga jadi bagian dari pembawa bendera negara (the flag carrie)
Terima Kasih.
Penulis adalah wartawan senior pemegang Kartu Utama Dewan Pers nonor 933. Saat ini mengemban amanah sebagai Anggota Dewan Pengawas Perum LKBN Antara dan Anggota Dewan Pakar PWI Pusat, juga Ketua Jaringan Pemred Sumbar.(***)