Notification

×

Iklan

Iklan

Thawalib Padang Panjang Jadi Panggung Pesan Kebangsaan, Senator Jelita Donal: Pendidikan dan Persatuan Disebut Kunci Masa Depan Indonesia

Senin, 21 September 2026 | 9/21/2026 WIB Last Updated 2026-09-21T04:49:58Z

padanginfo.com-PADANG PANJANG — Pesan kuat tentang masa depan Indonesia mengemuka dalam Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Perguruan Islam Thawalib Padang Panjang, Sumatera Barat, Minggu (13/9/2026).
Di hadapan peserta kegiatan, dua narasumber, Ustaz Zulkifli Muhammad Ali, Lc dan Senator H. Jelita Donal, Lc, menyoroti dua persoalan yang dinilai sangat menentukan masa depan bangsa: kualitas pendidikan dan kekuatan persatuan nasional.

Dari lembaga pendidikan Islam yang memiliki sejarah panjang di Sumatera Barat itu, muncul pesan bahwa kemerdekaan Indonesia tidak cukup hanya dikenang. Kemerdekaan harus diisi dengan pendidikan, ilmu pengetahuan, karakter, dan kontribusi nyata bagi bangsa.
Pendidikan Disebut Bentuk Nyata Mensyukuri Kemerdekaan

Ustaz Zulkifli Muhammad Ali, Lc, dalam pemaparannya mengajak masyarakat melihat kemerdekaan Indonesia sebagai nikmat sekaligus amanah.

Menurut dia, rasa syukur terhadap kemerdekaan tidak berhenti pada seremoni dan peringatan sejarah. Salah satu bentuk syukur yang paling penting adalah membangun manusia Indonesia melalui pendidikan.

“Pendidikan adalah hal kunci dalam upaya bersyukur atas kemerdekaan,” menjadi salah satu pokok pesan yang disampaikan Ustaz Zulkifli.

Ia juga mengangkat sejarah Perguruan Islam Thawalib Padang Panjang sebagai bagian dari perjalanan pendidikan Islam di Indonesia.
Thawalib memiliki sejarah panjang sebagai lembaga pendidikan Islam modern di Sumatera Barat. Dalam catatan sejarah yang dipublikasikan Perguruan Thawalib, lembaga tersebut berkembang dari tradisi pendidikan Surau Jembatan Besi dan kemudian menjadi salah satu pelopor penggunaan sistem pendidikan klasikal di lingkungan pendidikan Islam pada masa Hindia Belanda.

Karena itu, Ustaz Zulkifli menilai keberadaan Thawalib tidak dapat dilepaskan dari sejarah pendidikan dan pergerakan intelektual Islam di Indonesia.

Pesan yang ingin ditegaskan adalah bahwa lembaga pendidikan memiliki posisi strategis dalam menyiapkan generasi yang bukan hanya memiliki pengetahuan, tetapi juga karakter dan kesadaran kebangsaan.
Senator Jelita Donal: Warga Negara Perlu Memahami Empat Pilar

Sementara itu, Senator H. Jelita Donal, Lc mengajak masyarakat untuk memahami Empat Pilar MPR RI secara lebih mendalam.

Menurut Jelita Donal, pemahaman terhadap fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara merupakan kebutuhan setiap warga negara.
“Mengenal Empat Pilar Bangsa Indonesia adalah kebutuhan kita sebagai warga negara agar mengetahui bagaimana seharusnya negara kita dan arah kebijakan orang-orang yang kita percaya,” ujarnya.

Dalam nomenklatur MPR RI, Empat Pilar MPR RI terdiri atas Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara, UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 sebagai konstitusi negara, Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai bentuk negara, serta Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan negara.
Pemahaman tersebut, kata dia, penting agar masyarakat tidak hanya menjadi penonton dalam perjalanan bangsa, tetapi memiliki kesadaran mengenai prinsip dasar kehidupan bernegara.
Indonesia Disebut Punya Modal Besar, Pendidikan Jadi Tantangan

Jelita Donal juga menyoroti posisi Indonesia di kawasan Asia.

Menurut pandangannya, Indonesia memiliki potensi besar untuk memainkan peran yang semakin kuat di Asia. Namun, potensi tersebut membutuhkan pembangunan sumber daya manusia yang serius.

“Indonesia sudah sepatutnya menjadi negara adidaya di Asia, namun lemahnya pendidikan adalah PR besar yang utama harus dikebut,” katanya.

Pernyataan tersebut menempatkan pendidikan sebagai salah satu agenda strategis dalam membangun kekuatan bangsa.

Pendidikan, dalam konteks tersebut, tidak hanya dipandang sebagai proses transfer pengetahuan, tetapi juga sebagai instrumen pembentukan sumber daya manusia yang mampu menghadapi tantangan nasional maupun global.
Kericuhan Internal Anak Bangsa Dinilai Merugikan Semua

Tidak hanya pendidikan, persoalan persatuan juga menjadi perhatian Jelita Donal.
Ia mengingatkan bahwa konflik dan kericuhan di antara sesama anak bangsa dapat menghambat pembangunan dan menimbulkan kerugian yang pada akhirnya dirasakan masyarakat luas.

“Kericuhan di internal anak bangsa adalah penghalang rumit yang merugikan kita semua. Maka semua kita harus saling kolaborasi dalam membangun bangsa ini,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan pandangan bahwa perpecahan di dalam negeri dapat dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang memiliki kepentingan terhadap Indonesia.
“Karena perpecahan kita adalah hal yang diimpikan pihak musuh,” lanjutnya.

Pesan tentang persatuan tersebut memiliki kaitan erat dengan semangat Bhinneka Tunggal Ika. MPR menjelaskan bahwa keberagaman Indonesia merupakan sekaligus potensi dan tantangan dalam menjaga keutuhan kehidupan berbangsa, sehingga nilai-nilai Empat Pilar perlu dipahami dan diamalkan secara kolektif.

Dari Thawalib untuk Masa Depan Indonesia
Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Perguruan Islam Thawalib Padang Panjang akhirnya tidak hanya menjadi forum untuk mengenalkan kembali nilai-nilai kebangsaan.

Kegiatan tersebut juga menjadi ruang untuk menghubungkan sejarah, pendidikan, kemerdekaan, persatuan, dan masa depan Indonesia.

Dari Padang Panjang, pesan yang mengemuka sederhana namun strategis: kemerdekaan harus diisi dengan pendidikan, kekuatan bangsa harus dibangun dengan persatuan, dan masa depan Indonesia membutuhkan generasi yang memahami nilai-nilai kebangsaan sekaligus memiliki kemampuan untuk membawa bangsa menghadapi perubahan zaman.

Bagi Perguruan Islam Thawalib yang memiliki sejarah panjang dalam perkembangan pendidikan Islam modern di Sumatera Barat, pesan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa perjuangan pendidikan belum selesai.
Kemerdekaan diwariskan oleh generasi terdahulu; kualitas bangsa ditentukan oleh apa yang dilakukan generasi hari ini untuk mempersiapkan generasi berikutnya.(ak)
×
Berita Terbaru Update